+6221 2283 5999
Hotline

Hal-Hal Yang Harus Diwaspadai Pada Saat Menjalankan Ibadah Umroh & Haji

1. PENCOPET

Di dalam dunia traveling terdapat tiga hal yang harus selalu kita ingat; Paspor/Visa, jangan sampai barang ini hilang pada saat Anda di luar negeri apapun alasannya; koper, selalu memperkirakan barang belanjaan Anda agar berat dari koper Anda tetap berada di bawah berat koper yang ditentukan oleh airlines yang Anda akan pakai; dan pencopet.

Ya benar, Anda tidak salah membaca, pencopet adalah salah satu hal yang wajib orang-orang ingat pada saat traveling. Dan hal-hal yang berlaku di negara-negara destinasi favorit ini juga berlaku pada saat kita menjalani ibadah umroh dan haji.

Seperti Anda yang sudah ketahui, banyaknya jamaah Indonesia yang datang ke negara Arab Saudi mencapai jutaan orang—dan itu baru dari satu negara—negara lainnya juga seperti Malaysia, Pakistan, dll juga membuat tanah suci sangat padat akan orang-orang.

Tentunya melihat hal tersebut, banyak orang yang akan memanfaatkan kondisi itu dengan cara positif seperti berdagang berbagai macam jenis barang. Namun di sisi lain, pastinya juga akan ada orang-orang yang memanfaatkan dengan cara negatif, dan salah satunya adalah Pencopet.

Pada saat Anda berangkat menuju tanah suci—yang tentunya menggunakan jasa agen travel—Anda akan sering mengantri bergerombolan baik di bandara, money changer, toilet, masjid, Raudoh (Taman Surga di Masjid Nabawi Madinah), dan lain-lain. Ketika itu terjadi, Anda harus berhati-hatilah karena sebagian jamaah kecopetan pada saat-saat seperti ini.

Dan trik-trik dari para pencopet di tanah suci ini juga berbagai macam. Ada yang mengambil dompet Anda dengan diam-diam, atau dengan cara mengalihkan perhatian Anda dengan cara Anda akan dialihkan oleh pihak ketiga, dan sampai tas Anda disilet hingga lepas.

Cara terbaik untuk menghindari kecopetan adalah pada saat Anda mengantri bergerombolan, peluklah tas Anda pada dada Anda atau setidaknya memposisikan tas Anda di depan. Hal ini akan menghilangkan niat para pencopet untuk mengambil barang Anda mengingat mereka selalu memperhitungkan resiko yang akan mereka hadapi di setiap aksi yang mereka lakukan.

Kemudian, selalu pisahkan Paspor/Visa Anda dengan uang Anda. Ini memang bukanlah tips untuk menangkal aksi pencopetan, tetapi ini akan membuat Anda terhindar dari hal terburuk setelah kehilangan uang—yaitu kehilangan Paspor/Visa.

Tentunya pencopet juga tidak menginginkan Paspor/Visa Anda tersebut. Namun karena banyaknya orang yang menaruh Paspor/Visa di dompet mereka atau di tempat yang sama berjumlah cukup banyak, apa boleh buat? Tanpa banyak pilihan mereka mengambil uang dan Paspor/Visa Anda.

2. CARA BERJUALAN SEBAGIAN PARA PEDAGANG YANG MENGGANGGU

Bayangkan Anda berangkat dari Indonesia dengan hati yang murni untuk ibadah. Sesampainya Anda di tanah suci Anda akan melihat padang pasir di segala arah—asal tempat di mana dongeng-dongeng indah Rasullulah SAW terlahir. Hingga pada saat Anda berjalan-jalan, terdapat anak-anak kecil yang manis dan lucu menghampiri Anda dengan membawa barang dagangan mereka.

Dan di titik ini, hentikan hayalan kenikmatan perjalanan Anda untuk sementara, karena Anda sedang berada di salah satu hal yang gawat.

Mengapa? Tentunya Anda akan bernyata sepert ini.

Jawabannya adalah—mungkin—ini adalah perbedaan kebudayaan orang-orang Indonesia seperti kita dengan orang-orang Arab. Namun terdapat pula kemungkinan ini adalah modus baru yang dipakai oleh pedagang-pedagang yang tidak bertanggung jawab.

Ketika Anda mengambil salah satu barang dagangan anak kecil yang manis dan lucu itu—meski hanya untuk melihat-lihat atau mencoba seperti yang biasa kita lakukan di Indonesia—Anda akan langsung ditagih untuk membayarnya. Tetapi yang menagih Anda bukanlah anak kecil yang manis dan lucu tadi, melainkan orang dewasa yang ternyata selama ini mengawasi Anda.

Meski memang tidak banyak pedagang yang melakukan hal ini, tetapi Anda harus tetap waspada.

3. CURHATAN ORANG-ORANG ASING YANG BERUJUNG UANG

Judul ini mungkin sedikit membingungkan, tetapi memang tidak ada nama yang bisa lebih bisa menjelaskan tentang individu-individu ini.

Biasanya orang-orang ini datang ke jamaah yang sedang sendirian atau di grup kecil—satu sampai tiga orang—di masjid atau sekitar area masjid.

Modus berawal dengan mereka mendatangi Anda dengan tiba-tiba, lalu menyapa Anda, meminta air atau hal-hal lainnya agar mereka mendapat perhatian Anda. Lalu mereka akan mengajak Anda berbincang hingga di satu titik, mereka akan menceritakan cerita sedih mereka. Entah itu mereka kehilangan uang mereka, kecopetan, ketinggalan pesawat, tidak punya uang untuk membeli tiket, dan ratusan hal lainnya.

 Allahualam—tiada orang yang tahu selain Allah SWT apakah mereka benar-benar mengalami hal tersebut atau tidak. Dan juga kembali ke keputusan Anda apakah Anda ingin memberi mereka bantuan uang atau tidak.

Tetapi bila Anda tidak ada niatan sama sekali berurusan dengan orang-orang ini. Maka dari semenjak awal mereka mendatangi Anda, katakan kepada mereka “i don’t understand” (ai don ander’sten), atau yang artinya “saya tidak mengerti.” Bisa juga Anda mendiami dan tidak mengacuhkan mereka sampai mereka pergi dengan sendirinya.

4. PEDAGANG JASA YANG CURANG

Seperti kita sudah tahu bahwa di sana terdapat berbagai pedagang berbagai macam barang hingga ke jasa. Tetapi selalu berhati-hatilah Anda ketika berurusan terutama dengan para pedagang jasa.

Contoh, pada saat Anda sudah selesai tawaf dan sya’i Anda akan mendapat pilihan untuk melakukan tahallul (memotong rambut) atau tidak. Ketika Anda memilih tukang cukur rambut di sana, berhati-hatilah. Tanyalah dulu berapa harga yang Anda harus keluarkan untuk jasa mereka, karena terdapat beberapa kasus—jamaah—ditagih hingga jutaan untuk sekali dibotakkan.

Lalu hal-hal ini juga berlaku dengan penjual jasa lainnya. Seperti taxi, tanyakan dulu ... jangan sampai Anda ditagih dengan harga yang di luar akal sehat pada saat Anda sampai di tujuan.  Beserta bila Anda ditawari bantuan untuk mencium Hajar Al-Aswad di sekitar Kabah, juga tanyakan apakah mereka mematok harga atau tidak.

Dan begitulah, sebagian hal-hal yang harus diwaspadai di tanah suci. Untuk lebih jelasnya, Anda bisa menanyakan langsung dengan Tour Leader Anda di perjalanan untuk kelancaran ibadah Anda. Insyallah, blog ini dapat membantu Anda untuk menjalani Umroh dan Haji tanpa menghadapi kendala.

Wasalamualaikum wr. wb.

Alamat Kami
PT. Galih Tunggal Perkasa

Kantor Pusat
Soepomo Office Park
Jl. Prof. Dr. Soepomo No.143, Blok J, Jakarta Selatan 12810, Indonesia
+6221 2283 5999
Newsletter
Media Sosial
Copyright © 2019 - 2020, myhajiumroh.co.id |Information Technology
Version 1.0